27
May
Author: msyani // Category:
Games Online,
Wawancara
YA KALI INI BLOG SAYA MENAMPILKAN SESOSOK GAMERS PROFESIONAL INDONESIA ASAL KOTA BANDUNG. IA BERNAMA VILLY VEGA
( VEGA FANTASI LAND ) JL. RANGGA MALELA BRAND NAMA NYA
DIA MENJUARASI PES 6 TINGKAT DUNIA DI FRANCE ( RUNNER UP )
TAPI SAYANG DIA KALAH OLEH GAMERS ( SPANK ) ASAL PRANCIS. NAMUN PRESTASI NYA DI DUNIA GAMES SUDAH DI AKUI OLEH GAMERS GAMERS SELURUH DUNIA.
SUMBER : BY INDONESIANGAMERS
Villy Vega adalah sebuah sosok yang mungkin menjadi panutan bagi gamer Indonesia
apabila ingin memutuskan untuk menjadi seorang gamer profesional. Lahir pada tahun 1985 di Manado Sulawesi Utara dan mulai mengenal game dari sejak jaman Mario Bros. Dengan keinginan berkompetisi yang tinggi, VWEilly berhasil mendapatkan penghasilan pertamanya dari hadiah kejuaraan game pada tahun 1999 ketika dia duduk kelas 2 SMU.
Sejauh pengetahuan tim IG, Villy menghentikan kuliahnya pada semester IV untuk serius terjun berprofesi sebagai gamer profesional, dan berhasil diikat kontrak oleh sebuah toko game equipment retail terkenal di Bandung bernama ‘Vega’, sehingga sekarang kita bisa mengetahui bahwa nama Villy sudah dibranding menjadi Villy Vega.
Dengan tekadnya yang bulat untuk menjadi seorang gamer profesional, Villy dengan serius menekuni profesi nya tersebut.
Jarang kita mengetahui secara langsung perjalanan seseorang yang memilih game sebagai jalan hidup nya dan mengandalkan game sebagai profesinya. Atas dasar tuntutan profesi itu lah Villy sangat serius ketika berlaga di turnamen IEST Beijing 2007 lalu dan berhasil menggondol peringkat ke 2 WORLD PES GRAND MASTER dan berhak atas hadiah $10.000 atau sekitar Rp 92.000.000,-.
Tidak bisa kita pungkiri, Villy Vega adalah seorang sosok fenomenal di dunia game, dan mempunyai andil dalam perjuangan menjadikan game sebagai cabang olahraga di Indonesia.
Berikut petikan wawancara Tim IG dengan sosok luar biasa ini:
IG: Waktu anda kecil sudah akrab dengan dunia game ?
Villy Vega: Sejak kecil saya memang sudah sangat mengenal game, berhubung ibu saya selalu membelikan konsol-konsol terbaru. Kebetulan saya mempunyai sepupu empat tahun dibawah saya, jadi kami sering menghabiskan waktu dengan bermain game. Kira-kira ini sewaktu saya berumur 8 tahun dan duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.
Read more…