Kenyataan
Pada dasarnya, negara yang menjajah wilayah penis Asia yang terletak di sebelah utara sepupu mereka yang tinggal pada pulau yang lebih kecil, Singgaypur, Malaysia, atau lebih dikenal sebagai Republik Demokratis-namun cukup Komunis: Malaysia, adalah negara muda yang diisi oleh encik-encik Melayu dan kebudayaan lainnya.
Zona waktu Malaysia unik karana mengikuti sistem +1/+2 WPD (Waktu Pertemuan Dikodratkan) yang 1 atau 2 jam lebih maju daripada WPD. Kebanyakan orang asing memiliki kesulitan mencocokan zona baru ini dan mereka cenderung menunjukan 1 atau 2 jam lebih awal daripada waktu lokal. Bingung? Memang itulah maksud Bangsa Malaysia menunjukkan kejeniusannya dalam membuat bingung bangsa lain.
Malaysia memiliki wawasan untuk menjadi negara maju tahun 2020, 3030, 4040. Hal yang sangat wajar, mengingat mulai tahun 2019 telah dibuat satu kriteria “Negara Lebih Maju” yang diisi oleh negara yang saat ini sudah disebut negara maju. Sementara kriteria Negara Miskin sudah dihapuskan.
Malaysia juga memiliki program “Visi Kepulauan Malaysia” yang merupakan program dari “Dont Visit Malaysia 2007″ yang bertujuan membuat Malaysia menjadi kepulauan dan mencuri wilayah laut Thailand dan Indonesia untuk mencapai luas perairan sebanyak 80%, 5% untuk lumpur di Kuala Lumpur dan sisanya daratan.
Penduduk
Dengan slogan “Malingsia Truly Maling Asia” yang dicanangkan pemerintah Malaysia baru-baru ini, komposisi penduduk Malaysia pun sekarang menjadi campur aduk tidak karuan dari seluruh Asia:
* 99% TKI Indonesia
* Sisanya turis dari Filipina, India, Cina, Singapura, dan Jepang
* 0,01% anggota rela
Minoritas anggota RELA alias Hansip (pertahanan Sipil) menghasilkan masalah sosial yang dahsyat. Kemakmuran yang dinikmati kaum pendatang, terutama TKI, membuat terjadi kecemburuan sehingga mereka berniat melakukan genosida terhadap imigran manapun, termasuk turis-turis. Mereka menganggapnya perkara yang mulia, sebagai salah satu tujuan jihad memakmurkan negara.
Olah raga
Bungee Jumping
Bungee Jumping Malaysia adalah olahraga yang sangat populer di Malaysia, sehingga para TKI asal Indonesia yang bekerja di sana pun menjadi tertarik ikut-ikutan Bungee Jumping. Namun karena harganya yang sangat tinggi, kebanyakan tuan rumah Malaysia tidak mengizinkan pembantunya mengikuti olahraga ini. Alhasil, banyak di antara TKI Indonesia yang mencoba-coba eksperimen Bungee Jumping sendiri dengan menggunakan tali rafia atau seprei tempat tidur, mengakibatkan kontroversi yang berkepanjangan antara Malaysia dengan negara tetangga Indonesia yang tersohor itu.
Menteri Pemuda dan Sukan Malaysia mati-matian membantah hal ini. Mereka menganggap TKI tidak dibekali keterampilan khusus dalam kerjanya, apalagi dalam melakukan bungee jumping. Karena itu sekarang sedang direncanakan sebuah Undang-Undang Anti Bungee Jumping dengan alasan hampir sama dengan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi di Indonesia.



















February 25th, 2009 at 8:18 am
wah kapan ya bisa ke malaysia? pasti keren ya disana?
November 24th, 2009 at 7:46 am
entry ****
banyak yg tidak benar
******
dasar
Jawaban :
anda ???orang malaysia yang tidak santun !!! pantas saja negara anda banyak di jauh oleh bangsa kami !!!!!!!!!! inget malay jangan arogan !!!